<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Si Budi Online</title>
	<atom:link href="http://www.sibudi.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sibudi.com</link>
	<description>Aku Bisa, Kamu Bisa, Kita Semua Bisa...</description>
	<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 23:49:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1-RC1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Jokenya Obama</title>
		<link>http://www.sibudi.com/?p=96</link>
		<comments>http://www.sibudi.com/?p=96#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 23:49:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<category><![CDATA[Barak Obama]]></category>

		<category><![CDATA[China]]></category>

		<category><![CDATA[Hyatt]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sibudi.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Cerita di bawah ini terjadi seminggu sebelum Obama datang ke Beijing tanggal 16 Nov 2009 lalu.
Direktur Hotel Hyatt Beijing, Jacky Chan berkata kepada salah satu marketingnya orang Indonesia bernama Budi, &#8220;Budi, minggu depan Obama (Mandarin diucapkan &#8220;Oupama&#8221;) akan datang ke Beijing dan tinggal di sini. Tolong siapkan semuanya.&#8221;
Sampailah hari H di mana Obama tiba di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita di bawah ini terjadi seminggu sebelum <span id="lw_1258676313_0" class="yshortcuts" style="background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer;"><span id="lw_1259019523_0" class="yshortcuts">Obama</span></span> datang ke <span id="lw_1258676313_1" class="yshortcuts"><span id="lw_1259019523_1" class="yshortcuts">Beijing</span></span> tanggal 16 Nov 2009 lalu.</p>
<p>Direktur Hotel Hyatt Beijing, Jacky Chan berkata kepada <span id="lw_1258676313_2" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer;"><span id="lw_1259019523_2" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">salah satu</span></span> marketingnya orang Indonesia bernama <span id="lw_1258676313_3" class="yshortcuts"><span id="lw_1259019523_3" class="yshortcuts">Budi</span></span>, &#8220;Budi, minggu depan Obama (<span id="lw_1259019523_4" class="yshortcuts">Mandarin</span> diucapkan &#8220;Oupama&#8221;) akan datang ke Beijing dan tinggal di sini. Tolong siapkan semuanya.&#8221;</p>
<p>Sampailah hari H di mana Obama tiba di Beijing dan ketika akan makan malam, pucat pasilah si Budi. Di <span id="lw_1258676313_4" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;"><span id="lw_1259019523_5" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">meja makan</span></span> dihidangkan sayur asin, kuah tahu, dan fuyunghai, serta beberapa makanan Chinese lainnya. Obama terlihat kecewa dengan perjamuan yang tidak sesuai seleranya.</p>
<p>Direktur Hyatt sangat marah ke Budi dan bertanya kenapa melakukan ini semua. Dengan gemetar Budi menjawab, &#8220;Minggu lalu Anda bilang &#8216;Wo bama akan datang&#8217;, bukankah ini menu kesukaan orang-orang China?&#8221;</p>
<p>Direktur dengan geram berujar, &#8220;Maksud saya Obama, bukan wo bama.&#8221;</p>
<p>Di China, Wo bama (dibaca wo pama) artinya Ayah dan Ibu saya. Sementara Obama dibaca Oupama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sibudi.com/?feed=rss2&amp;p=96</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ranu Kumbolo, Jawa Timur</title>
		<link>http://www.sibudi.com/?p=92</link>
		<comments>http://www.sibudi.com/?p=92#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 07:47:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<category><![CDATA[Ranu Kumbolo]]></category>

		<category><![CDATA[Semeru]]></category>

		<category><![CDATA[Wisata di Jawa Timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sibudi.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Ranu Kumbolo adalah sebuah danau di pegunungan Semeru yang memiliki ketinggian 2.500 meter di atas permukaan air laut. Tak jauh dari Ranu Kumbolo terdapat padang rumput yang dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Ketika suhu berada di bawah 0°c , [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-93" title="ranu_kumbolo" src="http://www.sibudi.com/public_html/wp-content/themes/magazine-basic/uploads/2009/11/ranu_kumbolo-100x100.jpg" alt="ranu_kumbolo" width="100" height="100" />Ranu Kumbolo adalah sebuah danau di pegunungan Semeru yang memiliki ketinggian 2.500 meter di atas permukaan air laut. Tak jauh dari Ranu Kumbolo terdapat padang rumput yang dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Ketika suhu berada di bawah 0°c , kadang-kadang terjadi hujan salju kecil. Jika suhu sangat dingin pinggir-pinggir danau Ranu Kumbolo bisa membeku, dan juga terlihat rumput-rumput yang memutih seperti salju karena embun yang membeku di rerumputan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sibudi.com/?feed=rss2&amp;p=92</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Budi Soehardi: Si Penebar Harapan</title>
		<link>http://www.sibudi.com/?p=84</link>
		<comments>http://www.sibudi.com/?p=84#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 14:34:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Boedi Soehardi]]></category>

		<category><![CDATA[CNN]]></category>

		<category><![CDATA[Roslin Orphanage]]></category>

		<category><![CDATA[Vote for Real Heroes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sibudi.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari di tahun 1999, Budi Soehardi sedang makan malam bersama keluarga di rumahnya di Singapura. Budi menyaksikan acara televisi tentang situasi Timor-Timur pasca tahun 1999,  ketika itu dia dan keluarga melihat para keluarga pengungsi tinggal di kardus-kardus dan makan seadanya.
Budi tercenung lalu menatap istrinya dalam-dalam. Tanpa kata, di dalam hati mereka seolah sepakat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-85" title="budi-suhardi" src="http://www.sibudi.com/public_html/wp-content/themes/magazine-basic/uploads/2009/11/boedi-suhardi-150x140.jpg" alt="budi-suhardi" width="150" height="100" />Suatu hari di tahun 1999, Budi Soehardi sedang makan malam bersama keluarga di rumahnya di Singapura. Budi menyaksikan acara televisi tentang situasi Timor-Timur pasca tahun 1999,  ketika itu dia dan keluarga melihat para keluarga pengungsi tinggal di kardus-kardus dan makan seadanya.</p>
<p>Budi tercenung lalu menatap istrinya dalam-dalam. Tanpa kata, di dalam hati mereka seolah sepakat bahwa mereka harus berbuat sesuatu untuk para pengungsi Timor-Timur.&#8221;Sebetulnya  kami sekeluarga sudah ada rencana untuk berlibur. Tapi malam itu juga kami sepakat, untuk mengalihkan tempat liburan kami jadi ke Kupang. Kami ingin mencoba liburan dengan suasana yang baru  sekaligus melakukan aksi sosial,&#8221; ujar Budi ketika berbincang dengan Kabari  di Los Angeles awal November lalu.</p>
<p>Kabari memang dapat kesempatan langka bertemu dan mewawancarai langsung Budi Soehardi ditengah kesibukanya yang padat sebagai pilot Singapore Airlines.  </p>
<p><a href="http://www.roslinorphanage.org/">Roslin Orphanage</a></p>
<p>Tahun 2000 setelah mendapat jatah cuti tahunan 40 hari penuh, Budi benar-benar melaksanakan niatnya. Bersama keluarga tercinta mereka berangkat ke Kupang. Dari sanalah baru dia melihat secara, betapa menyedihkan tinggal di pengungsian. &#8220;Saya benar-benar terenyuh. Bayangkan, dalam kondisi normal saja air memang susah di dapat, apalagi dalam kamp pengungsian?&#8221; ujar Budi lirih.    </p>
<p>Di tahun itu pula akhirnya Budi dan istrinya Peggy Lakusa, memutuskan mendirikan Panti Asuhan Roslin di Kupang.  Panti Asuhan dibangun dan dibiayai sendiri oleh Budi. &#8220;Roslin kami jalankan dari gaji bulanan saya dan kadang ada juga dari teman-teman  yang memberi. Tidak pasti ada, tapi Puji Tuhan kami selalu dicukupkan,&#8221; kata Budi.</p>
<p>Saat ini Panti Asuhan Roslin memiliki ratusan anak asuh dari mulai bayi hingga remaja. Selain mendirikan panti asuhan, Budi dan istrinya juga masih melakukan berbagai kegiatan sosial lain, seperti   keliling kampung membagikan pakaian dan makanan. &#8220;Kami juga kami juga membawa buku ke desa-desa dengan 2 mobil perpustakan kami, ini kami lakukan supaya anak-anak di desa itu tetap bisa mendapatkan pengetahuan,&#8221; ujar Budi. Saat ini anak asuh lansung di bawah Panti Asuhan Roslin ada sekitar 400 anak dari total 1.300 anak di berbagai desa di Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Untuk mencukupi kebutuhan panti, Budi benar-benar tak mau mengandalkan orang lain. Sepanjang dirinya masih mampu, semuanya dia usahakan dari kocek pribadinya. &#8220;Tapi kalau ada yang mau membantu, kami persilahkan,&#8221; kata Bapak yang telah dikarunia tiga orang anak ini.</p>
<p>Panti asuhan Roslin bukan cuma sebagai tempat penampungan orang tak mampu semata, tapi juga tempat pembekalan para penghuni panti untuk bisa hidup di masyarakat kelak. Maka tak heran selain kegiatan belajar, anak-anak panti juga diajarkan berbagai cara untuk mencukupi kebutuhan hidup, misalnya dengan bercocok tanam atau memelihara hewan ternak.</p>
<p>Indahnya Masa Kecil  </p>
<p>Apa yang didapat dan bisa dilakukan Budi saat ini, sedikit banyak diakui Budi karena pengalamannya semasa kecil. Budi mensyukuri punya masa kecil yang indah. &#8220;Meski keluarga kami bukan keluarga berkecukupan, masa kecil saya cukup indah.&#8221; tutur Budi.</p>
<p>Budi adalah anak  bungsu dari lima bersaudara. Ayahnya dosen IKIP Yogyakarta dan  ibunya seorang guru. Rumahnya di Klitren, Yogyakarta,  dekat sekali dengan Gereja, sehingga dia merasa amat senang. &#8220;Saya senang tanaman dan olah raga , Saya tidak merokok dan minum kopi sampai sekarang. Kami sekeluarga memang senang bercocok tanam, sehingga kami tidak kekurangan jika tidak ada beras, karena kami punya pisang, sawo dan papaya selalu ada sepanjang tahun, singkong (cassava), talas, nangka, melinjo dan kelapa ada semua dihalaman kami walaupun kami tinggal ditengah kota.&#8221; urai Budi.</p>
<p>Karena punya masa lalu yang cukup indah di kota yang juga terkenal indah, Budi merasa sedih begitu melihat anak-anak pengungsi ahreu menerima beban sebegitu berat di usia yang masih sangat belia. &#8220;Saya haru sekali, masih kecil mereka sudah kehilangan orangtua, kehilangan kasih sayang.&#8221; kata Budi.</p>
<p>Budi juga ingat, dia kebagian tugas  menyapu halaman  rumah setiap pagi sebelum sekolah. &#8220;Setelah selesai menyapu saya lari dari rumah sampai ke monumen Tugu. Setiap pagi saya catat waktu berlari saya semakin baik dan ini terbukti olahraga itu banyak berguna buat kesehatan.&#8221;</p>
<p>Mendapat Perhatian CNN</p>
<p>Kiprah Budi besama istirnya, Peggy Lakusa,  dalam membangun panti asuhan Roslin, sungguh merupakan penebar harap bagi anak-anak pengungsi.  Mereka bukan saja menjadi teladan bagi anak-anak asuhnya, tapi seolah sudah menjadi orangtua mereka sendiri.</p>
<p>Apa yang dilakukan Budi yang kadang terlihat sepele oleh orang lain, nyata-nyata telah membantu ratusan anak-anak pengungsi mendapatkan kembali hak mereka yang tercerabut kerena perang. Yakni belajar, bermain, dan merajut masa depan.<br />
<strong><br />
Hal inilah yang kemudian mendorong stasiun televisi terkemuka CNN memasukan sosok Budi Soehardi sebagai satu dari 10  finalis &#8220;CNN The Real Heroes,&#8221;  sebuah acara bergengsi tahunan dari CNN.</strong></p>
<p>Sampai saat ini Budi yang masih bekerja sebagai pilot Singapore Arlines ini,  kerap bolak-balik Indonesia-Amerika untuk berbagai keperluan acara tersebut. Namanya pun sontak dikenal luas di seluruh dunia. Apalagi Budi merupakan satu-satunya wakil dari Indonesia.</p>
<p>Namun Dia mengatakan, apa yang dilakukan saat ini semata-mata sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai manusia yang melayani Tuhan. &#8220;Tuhanlah yang membuat saya  sampai sejauh ini, semuanya karena karunia Tuhan, &#8221; kata Budi pelan.</p>
<p>Acara  pemilihan &#8220;CNN The Real Heroes&#8221; sendiri akan dilakukan sampai Desember dengan cara pengumpulan voting terbanyak. <strong>Bagi Anda yang ingin ikut memilih Budi Soehardi, silakan vote di <a href="http://edition.cnn.com/SPECIALS/cnn.heroes/vote/ ">situs CNN</a><br />
 </strong><br />
oleh Yayat Suratmo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sibudi.com/?feed=rss2&amp;p=84</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Putri Pariwisata 2009</title>
		<link>http://www.sibudi.com/?p=79</link>
		<comments>http://www.sibudi.com/?p=79#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 07:53:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<category><![CDATA[Andara]]></category>

		<category><![CDATA[ITB]]></category>

		<category><![CDATA[Putri Pariwisata 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sibudi.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Andara Rainy Ayudini dari DKI Jakarta terpilih sebagai Putri Pariwisata Indonesia 2009. Ia berhak untuk  hadiah uang tunai sebesar Rp 36 juta. Selain itu, ia mempunyai hak untuk tinggal di Apartemen di Permata Hijau Luxorior Residence selama setahun dan beasiswa dari London School.  Nantinya, Putri Pariwisata Indonesia 2009 akan dikirim sebagai wakil resmi dari Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-80" title="andara-putri-pariwisata-2009" src="http://www.sibudi.com/public_html/wp-content/themes/magazine-basic/uploads/2009/11/andara-putri-pariwisata-2009-150x150.jpg" alt="andara-putri-pariwisata-2009" width="115" height="115" />Andara Rainy Ayudini dari DKI Jakarta terpilih sebagai Putri Pariwisata Indonesia 2009. Ia berhak untuk  hadiah uang tunai sebesar Rp 36 juta. Selain itu, ia mempunyai hak untuk tinggal di Apartemen di Permata Hijau Luxorior Residence selama setahun dan beasiswa dari London School.  Nantinya, Putri Pariwisata Indonesia 2009 akan dikirim sebagai wakil resmi dari Indonesia untuk menghadiri Miss International Tourism 2009.</p>
<p>Andara, lulusan dari Institut Teknologi Bandung, suka menari tarian tradisional dan juga dapat memainkan alat musik keyboard. Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2009 diadakan di Jakarta International Ekshibition Center (JITEC) Mangga Dua, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11). Kali ini, acara tahunan mengambil tema<strong> &#8220;Bring Indonesia Culture to the World&#8221; </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sibudi.com/?feed=rss2&amp;p=79</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penderitaan Orang Beriman</title>
		<link>http://www.sibudi.com/?p=67</link>
		<comments>http://www.sibudi.com/?p=67#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 03:22:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Penderitaan Orang Beriman]]></category>

		<category><![CDATA[Saleh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sibudi.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Logika manusia berkata: &#8220;Orang yang berserah kepada Tuhan, memberikan harta yang dimilikinya buat Tuhan,atau mencurahkan waktu buat pekerjaan Tuhan, maka hidupnya selalu dilindungi Tuhan.&#8221;&#160; Jadi aneh secara logika jika ada orang baik dan benar hidupnya menderita.
Jadi sewajarnya, orang-orang baik dan benar kehidupannya mendapat jaminan kesuksesan hidup, sedangkan yang jahat kebalikannya. Tuhan senang dengan orang baik&#160; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Logika manusia berkata: &#8220;Orang yang berserah kepada Tuhan, memberikan harta yang dimilikinya buat Tuhan,atau mencurahkan waktu buat pekerjaan Tuhan, maka hidupnya selalu dilindungi Tuhan.&#8221;&nbsp; Jadi aneh secara logika jika ada orang baik dan benar hidupnya menderita.</p>
<p>Jadi sewajarnya, orang-orang baik dan benar kehidupannya mendapat jaminan kesuksesan hidup, sedangkan yang jahat kebalikannya. Tuhan senang dengan orang baik&nbsp; dan benci orang yang jahat, maka wajar yang baik diberkati dan yang jahat dikutuk.</p>
<p> Tetapi sering kali, orang-orang yang baik dan benar malah hidup dalam penderitaan, sedangkan orang-orang yang jahat hidupnya malah sukses.</p>
<p>Sekali lagi logika kita ingin menegaskan bahwa orang beriman tidak pantas menderita, kalau orang yang banyak dosa baru pantas karena memang itu hukumannya. Hukuman ini yang membuat perbedaan antara orang yang beriman dengan orang berdosa. Tetapi mengapa kenyataannya hal demikian tidak selalu terjadi.</p>
<p>Dua macam penderitaan:</p>
<p>1. Menderita Karena Dosa</p>
<p>Penderitaan yang ini memang diakibatkan oleh kesalahan manusia itu sendiri. Orang yang memakai narkoba dan melakukan hubungan seks bebas terkena penyakit AIDS, pembunuh dipenjara karena melakukan pembunuhan, orang yang suka berjudi jatuh miskin dan sebab-sebab lainnya.</p>
<p>Walaupun begitu kita tidak bisa serta merta menghakimi bahwa dengan sendirinya orang yang terkena AIDS, dipenjara atau jatuh miskin pasti karena orang itu mempunyai dosa. Maksud saya, ada orang mengalami dampak atas sesuatu yang tidak diperbuatnya: orang yang mengidap AIDS karena suami/istrinya yang tidak setia atau juga karena transfusi darah yang tidak steril, orang yang dijebak sehingga masuk penjara, atau juga orang yang ditipu sehingga jatuh miskin.</p>
<p>Ataupun juga kita mau mengatakan bahwa orang jahat yang hidupnya menderita, itu sedang dihukum Tuhan dan Tuhan tidak mempunyai belas kasih kepada mereka. Tentu hal ini tidak sepenuhnya tepat.</p>
<p>2. Menderita Karena Kebenaran</p>
<p>Penderitaan inilah yang mau dimaksud oleh tulisan ini. <b>Menderita karena kita berbuat sesuatu yang benar dan baik</b>. Orang yang baik dan benar yang menderita bukan karena kesalahannya mendapat pelajaran yang berharga. Tidak gampang memang memang jika orang yang baik dan benar mengalami kesulitan, dan memang inilah adalah <b>karunia</b>.</p>
<p>Terkadang, segala hal-hal sulit yang datang membuat kita terpuruk dan bertanya-tanya. Tetapi justu melalui kesulitan dan penderitaan kita sedang ditempa untuk menjadi sosok yang lebih kuat dan berkarakter.&nbsp; </p>
<p>Ada cerita dimana ada seorang yang kaya dan saleh. Hidupnya taat dan tak pernah lupa beribadah kepada Tuhan. Suatu waktu, atas seizin Tuhan, anak-anaknya mati seketika karena bencana, kemudian hartanya dijarah oleh orang-orang fasik, sedangkan dia hidup dengan penyakit yang menghinggapi kulitnya.</p>
<p>Orang-orang pun bingung. Teman-temannya menganjurkan agar dia segera bertobat bahkan istrinya sendiripun, yang tahu cara hidupnya, menyangsikan dia dan Tuhannya.</p>
<p>Saudara, memang hidup menderita itu tidak mudah. Tidak punya harta, kesehatan yang terus menurun, ataupun ditinggal oleh orang dikasihi pastilah membuat kita terpuruk dan bertanya-tanya. Tetapi saran saya adalah <b>teruslah maju dan jangan berfokus pada kondisi kita. </b>Kenapa?? Karena kalau kita hanya diam di tempat dan berfokus pada kondisi kita, kita menutup kesempatan untuk belajar dan mendapatkan peluang. Seperti pelangi yang indah, dia akan muncul setelah terjadinya hujan yang lebat.</p>
<p>Jadi jika anda terpuruk dan bertanya-tanya, hal ini adalah hal wajar tetapi menjadi tidak wajar kalau harus terpuruk dan bertanya-tanya seakan-akan mau mengatakan kita tidak pantas mendapatkan ini semua. </p>
<p>Sama seperti orang yang kaya dan saleh diatas, dia terpuruk dan bertanya-tanya tetapi dia tidak mau terus statis dan fokus pada kondisinya. Akhirnya Tuhan memulihkan keadaanya dan menjawab pertanyaan yang dimilikinya itu. </p>
<p></p>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sibudi.com/?feed=rss2&amp;p=67</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-Hati Dengan Apa Yang Kamu Percayai</title>
		<link>http://www.sibudi.com/?p=64</link>
		<comments>http://www.sibudi.com/?p=64#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 06:21:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Hati-Hati Dengan Apa Yang Kamu Percayai]]></category>

		<category><![CDATA[Joel Osteen]]></category>

		<category><![CDATA[Your Best Life Now]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sibudi.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Nick adalah seorang yang besar, kuat dan keras, yang bekerja di suatu langsiran kereta api selama bertahun-tahun. Ia adalah salah seorang pegawai terbaik perusahaannya - selalu tiba tepat waktu, dapat diandalkan, pekerja keras yang dapat menyesuaikan diri dengan para pegawai lainnya.
Tetapi Nick mempunyai satu masalah besar. Sikapnya terus-menerus negatif. Ia dikenal di sekitar langsiran kereta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nick adalah seorang yang besar, kuat dan keras, yang bekerja di suatu langsiran <span id="lw_1256796597_0" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">kereta api</span> selama bertahun-tahun. Ia adalah salah seorang pegawai terbaik perusahaannya - selalu tiba tepat waktu, dapat diandalkan, pekerja keras yang dapat menyesuaikan diri dengan para pegawai lainnya.</p>
<p>Tetapi Nick mempunyai satu masalah besar. Sikapnya terus-menerus negatif. Ia dikenal di sekitar langsiran kereta api itu sebagai <strong>orang yang paling pesimis</strong> di tempat kerja. Ia selalu takut pada hal yang terburuk dan terus-menerus khawatir, takut bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.</p>
<p>Suatu hari musim panas, para pegawai diberitahukan bahwa mereka dapat pulang satu jam lebih awal untuk merayakan ulang tahun mandor mereka. Semua pekerja pergi, tetapi entah bagaimana, Nick secara kebetulan terkunci dalam sebuah mobil boks pendingin yang telah dibawa ke langsiran kereta api itu untuk diperbaiki. Mobil boks itu kosong dan tidak terhubung dengan satu kereta pun.</p>
<p><span id="lw_1256796597_1" class="yshortcuts">Saat</span> Nick menyadari bahwa ia terkunci di dalam mobil boks pendingin itu, ia panik. Nick mulai memukuli pintu-pintu begitu kerasnya sehingga lengan dan tinjunya berdarah. Ia menjerit dan menjerit, tetapi para rekan kerjanya telah pulang ke rumah untuk bersiap ke pesta itu. Tak seorang pun dapat mendengar panggilan minta tolong Nick yang putus asa. Lagi dan lagi ia memanggil, sampai suaranya menjadi suatu bisikan serak.</p>
<p>Karena sadar bahwa ia ada dalam mobil boks, Nick mengira bahwa suhu dalam mobil itu jauh di bawah titik beku, mungkin serendah lima atau sepuluh derajat Fahrenheit. Nick takut pada hal terburuk. Ia berkata dalam hatinya: &#8220;<em>Apakah yang akan kulakukan? Jika aku tidak keluar dari sini, aku akan membeku sampai mati! Aku tidak bisa tinggal di sini sepanjang malam</em>.&#8221;</p>
<p>Semakin ia memikirkan keadaan-keadaannya, semakin dingin rasa tubuhnya. Dengan pintu tertutup rapat, dan tak ada jalan keluar yang tampak, ia duduk menunggu kematiannya yang tak terhindarkan dengan mati membeku atau kekurangan udara, yang mana yang datang lebih dahulu.</p>
<p>Waktu berlalu, ia memutuskan untuk mencatat tentang kematiannya. Ia menemukan sebatang pena dalam saku kemejanya dan melihat selembar karton tua bekas di sudut mobil itu. Sambil gemetar hampir tak terkendalikan, ia menulis cepat-cepat sebuah pesan untuk keluarganya. Di dalamnya Nick mencatat kemungkinan- kemungkinan yang menakutkan: &#8220;<em>Semakin kedingingan</em><em>.</em><em> Tubuh mati rasa</em><em>.</em><em> Jika aku tidak segera keluar, ini mungkin akan menjadi kata-kata terakhirku</em><em>.</em>&#8221;</p>
<p>Dan memang demikian&#8230;</p>
<p><span id="lw_1256796597_2" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer;">Pagi</span> berikutnya, saat para pegawai datang bekerja, mereka membuka mobil boks itu dan menemukan tubuh Nick rubuh di sudut. Saat otopsi diselesaikan, ternyata Nick memang membeku sampai mati. Nah, sekarang adalah teka-teki yang menarik: para investigator menemukan bahwa unit pendingin bagi mobil di mana Nick telah terjebak itu bahkan tidak menyala! Nyatanya, mobil itu sudah rusak untuk beberapa waktu dan tidak berfungsi pada saat Nick mati. Suhu dalam mobil tersebut, ketika Nick membeku sampai mati, adalah enam puluh satu derajat Fahrenheit!</p>
<p>Nick membeku sampai mati dalam suhu yang sedikit kurang dari suhu ruangan normal karena ia percaya bahwa ia ada dalam sebuah mobil boks yang membeku. Ia mengharapkan untuk mati! Ia yakin bahwa ia tidak mempunyai kesempatan sedikit pun. Ia mengharapkan yang terburuk terjadi pada dirinya. Ia melihat dirinya sendiri ditakdirkan tidak dapat lolos. Ia kalah dalam peperangan dalam pikirannya sendiri!</p>
<p>Bagi Nick, hal yang ia takutkan dan harapkan terjadi, terwujud juga. Pepatah lama &#8220;<em>Kehidupan adalah suatu nubuatan yang dipenuhi sendiri</em>&#8221; memang benar baginya. Itu biasanya terjadi dalam kehidupan anda juga. Banyak orang pada <span id="lw_1256796597_3" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">masa kini</span> sama dengan Nick. Mereka selalu mengharapkan yang terburuk. Mereka mengharapkan kekalahan. Mereka mengharapkan kegagalan. Mereka mengharapkan keadaan biasa-biasa saja. Dan, mereka biasanya mendapatkan apa yang mereka harapkan; mereka menjadi apa yang mereka percayai.</p>
<p>Tetapi anda dapat mempercayai hal-hal baik. Saat anda menghadapi masa sukar, jangan berharap untuk tetap tinggal di sana. Harapkanlah untuk keluar dari masalah itu. Harapkanlah Tuhan untuk secara ajaib mengubahnya. Saat bisnis menjadi sedikit sepi, jangan harapkan untuk bangkrut; jangan membuat rencana-rencana untuk gagal. Berdoalah dan harapkanlah Tuhan untuk mendatangkan para pelanggan kepada anda.</p>
<p>Jika anda mengalami kesukaran-kesukaran dalam pernikahan anda, jangan hanya menyerah dalam frustasi dan berkata, &#8220;Aku seharusnya tahu bahwa pernikahan ini memang ditakdirkan untuk gagal sejak semula.&#8221; Tidak! Jika anda sedang melakukannya, berarti anda sedang menanggapi dengan cara Nick. Pengharapan anda yang lemah akan menghancurkan pernikahan anda; cara berpikir anda yang salah akan menjatuhkan anda. Anda harus mengubah cara berpikir anda. Ubahlah yang anda harapkan. Berhentilah mengharapkan untuk gagal. Mulailah mempercayai bahwa anda akan berhasil!</p>
<p>Bahkan jika fondasi hidup anda runtuh, sikap anda seharusnya adalah: &#8220;<em>Tuhan, aku tahu bahwa Engkau akan mengubah ini dan menggunakannya untuk kebaikanku</em><em>.</em><em> Tuhan, aku percaya, bahwa Engkau akan membawaku keluar lebih kuat dibanding sebelumnya</em><em>.</em><em>.</em><em>.</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;Your <em>Best Life</em> <em>Now&#8221; </em>by Joel Osteen<br />
<span class="post-author vcard"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sibudi.com/?feed=rss2&amp;p=64</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bersahabat Dengan Masalah</title>
		<link>http://www.sibudi.com/?p=57</link>
		<comments>http://www.sibudi.com/?p=57#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 10:20:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Bersahabat Dengan Masalah]]></category>

		<category><![CDATA[Masalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sibudi.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[“If a problem doesn’t kill you, it will make you stronger.” 
Si Budi bertanya sambil mengeluh ”Saya kok sering kena masalah ya? Padahal saya  ini sudah rajin berdoa, selalu positive thinking, tidak menyusahkan orang lain, suka menolong orang lain, jujur dalam bekerja,  dan tidak macam-macam.  Apa masalah saya? Saya sudah bosan  kena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>“If a problem doesn’t kill you, it will make you stronger.” </em></strong></p>
<p>Si Budi bertanya sambil mengeluh ”Saya kok sering kena masalah ya? Padahal saya  ini sudah rajin berdoa, selalu <em>positive thinking</em>, tidak menyusahkan orang lain, suka menolong orang lain, jujur dalam bekerja,  dan tidak macam-macam.  Apa masalah saya? <span id="lw_1256637684_0" class="yshortcuts">Saya</span> sudah bosan  kena masalah terus.”</p>
<p>”Wah, selamat ya,” balas saya.</p>
<p>”Lho, bagaimana sih ini. Saya punya banyak masalah kok malah diberi  selamat. Senang ya Pak kalau lihat orang susah?” tanya Budi agak jengkel.</p>
<p>“Sabar…sabar… bukan begitu maksud saya. Jangan tersinggung dong,”  jawab saya cepat sambil berusaha menenangkan Budi.</p>
<p><strong>Masalah</strong>&#8230; Setiap orang pasti punya masalah. Setiap hari kita pasti berhadapan  dengan masalah. Kita berurusan dengan masalah. Kita mendapat masalah. Kita membuat  masalah. Kita bahkan bisa jadi sumber masalah. Masalah terbesar adalah kalau  kita tidak tahu bahwa masalah kita adalah kita merasa tidak punya masalah.</p>
<p>Pembaca, waktu Anda mengalami masalah, bagaimana reaksi Anda?</p>
<p>Apakah Anda marah? Jengkel? Sakit hati? Frustrasi? Takut? Menyalahkan diri  sendiri? Atau Anda cenderung untuk menyalahkan orang lain?</p>
<p>Anda mungkin bertanya-tanya mengapa artikel ini berjudul ”Bersahabat Dengan Masalah”. Apa nggak salah, nih? Kita kok diminta bersahabat dengan masalah? Benar. ”Masalah” sebenarnya adalah hal yang sangat positif. Mari kita bahas terlebih dahulu makna di balik kata ”masalah”.</p>
<p>Masalah, yang dalam bahasa  Inggris adalah ”problem”, ternyata mempunyai akar kata yang maknanya sangat  berbeda dengan yang kita pahami selama ini.</p>
<p><span id="lw_1256637684_1" class="yshortcuts">Akar</span> kata ”<em><strong>problem</strong></em>” berasal dari bahasa Yunani, <strong><em>proballein</em></strong>, yang bila  ditelusuri lebih jauh mengandung makna yang sangat positif. <strong><em>Pro</em> </strong>berarti<em> <strong>forward</strong></em><strong> </strong>atau maju. Sedangkan <strong><em>ballein</em> </strong>berarti <strong><em>to drive</em></strong> atau <strong><em>to throw</em></strong>. Jadi, problem berarti bergerak maju. Problem berarti kesempatan untuk maju dan berkembang.</p>
<p>Sewaktu pertama kali mengetahui bahwa akar kata problem, <em>proballein</em>,  artinya bergerak maju, saya sempat terhenyak dengan perasaan kaget dan takjub.  Sungguh <span id="lw_1256637684_2" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">luar biasa</span> dan sungguh benar. Coba kita renungkan bersama. Masalah  sebenarnya adalah suatu gejala yang menunjukkan adanya suatu penyebab atau akar  masalah. Justru dengan seringnya seseorang mendapat “masalah”, bila orang ini cukup bijak dan jujur pada dirinya sendiri, ia akan berkembang dan bisa lebih  maju.</p>
<p>Lha, kok bisa begini?</p>
<p>Pernahkah Anda, atau mungkin orang yang Anda kenal, mendapat atau mengalami  masalah?</p>
<p>Jawabannya, “Sudah tentu pernah.”</p>
<p>Pertanyaan saya selanjutnya, “Apakah masalah yang dialami Anda mirip dengan  masalah sebelumnya?”</p>
<p>Jika kita mau bersikap jujur dan jeli dalam mengamati maka seringkali masalah  yang kita alami sifatnya “mengulang” masalah sebelumnya. Ada kemiripan atau  kesamaan. Bentuk masalahnya bisa berbeda namun polanya sama.</p>
<p>Satu contoh. Ada seorang wanita yang putus dengan pacarnya. Ia marah, kecewa,  sakit hati, dendam, dan bersumpah akan <span id="lw_1256637684_3" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">mencari pasangan</span> yang jauh lebih baik.  Namun kenyataannya? Ia mendapatkan pacar baru yang mempunyai karakter yang  serupa dengan mantan pacarnya.</p>
<p>Ada lagi seorang pengusaha besar, kawan saya, berulang kali kena tipu. Sekali  kena tipu jumlahnya nggak main-main. Bukan puluhan juta tapi ratusan juta. Dan  ini terjadi berulang kali.</p>
<p>Seorang kawan yang lain seringkali ribut dengan istrinya hanya karena hal-hal  sepele. Misalnya hanya karena si istri memencet pasta gigi tidak dari bawah,  tetapi dari tengah, ia marah besar. Sebaliknya si istri walaupun telah  diberitahu suaminya tetap mengulangi pola perilaku yang sama.</p>
<p>Masalah yang kita hadapi sebenarnya menunjukkan ”level” kita. Siapa diri kita  sebanding dengan masalah yang kita hadapi. Bukankah ada tertulis bahwa Tuhan  tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita untuk mengatasinya? Dan setiap masalah pasti ada jalan keluarnya?</p>
<p>Masalah atau problem sebenarnya guru sejati yang seringkali kita abaikan.  Kebanyakan orang mengalami masalah yang serupa atau berulang karena mereka tidak  belajar dari masalah yang pernah mereka alami. Ibarat anak sekolah bila kita tidak naik kelas, karena nilai ujian kita  jelek, maka kita akan mengulang di level atau kelas yang sama. Tidak mungkin  guru akan menaikkan kita ke kelas berikutnya. Mengapa? Lha, <span id="lw_1256637684_4" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">soal ujian</span> di level ini saja kita tidak lulus apalagi kalau diberi soal ujian level di atasnya. Kita harus mengulang, tidak naik kelas, dengan harapan kita akan belajar, meningkatkan diri, dan akhirnya mampu mengerjakan soal ujian dengan benar. Dengan demikian kita ”lulus” ke kelas berikutnya.</p>
<p>Saat tidak naik kelas, bukannya belajar dari ”masalah” ini, banyak yang malah membuat masalah baru dengan menjadi marah, frustrasi, dan menyalahkan guru atau sekolah. Anda pernah bertemu dengan orang seperti ini? ”Ah, itu kan anak sekolah. Memang harusnya begitu,” ujar kawan saya. Lho, kita ini kan juga anak sekolah. Kita sekolah di Sekolah Kehidupan. Kehidupan adalah tempat kita belajar. Untuk maju kita harus menjadi pembelajar seumur hidup atau <em>life long learner</em>.</p>
<p>Ada yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang paling baik. Saya  kurang setuju dengan pernyataan ini. Menurut saya pengalaman adalah guru terbaik  bila itu pengalaman orang lain. Jadi, kita belajar dan mendapat pengetahuan dan  kebijaksanaan dengan menelaah dan mempelajari pengalaman orang lain dan kita  terapkan untuk kemajuan hidup kita. Lha, lebih baik mana, Anda kena tipu Rp 1  miliar atau Anda belajar dari pengalaman orang lain yang tertipu Rp 1 miliar dan  Anda gunakan pengetahuan ini untuk melindungi diri Anda agar tidak mengalami<br />
masalah yang sama?</p>
<p>Pengalaman adalah guru yang terbaik bila kita dapat memetik pelajaran  berharga dari apa yang kita alami. Kebanyakan orang mengalami ”pengalaman” hanya  sekadar mengalami. Mereka tidak memetik pelajaran atau manfaat apa pun dari  pengalaman (baca: masalah) mereka.</p>
<p>OK. Sekarang sudah jelas bahwa kita bisa belajar dari masalah. Tapi bagaimana  caranya?</p>
<p>Ada empat langkah mujarab untuk mengatasi setiap masalah dalam hidup:<br />
<strong>1.  Mengakui adanya masalah<br />
2. Setiap masalah pasti ada sumber atau akar  masalahnya<br />
3. Bila akar masalah ditemukan maka masalah dapat dipecahkan<br />
4.  Jalan keluar untuk menyelesaikan masalah</strong></p>
<p>Contoh konkritnya?</p>
<p>Mari kita analisis kasus yang dialami kawan saya. Itu lho, yang bolak-balik  kena tipu ratusan juta rupiah.</p>
<p>Langkah pertama adalah mengakui atau menerima bahwa ia punya masalah. Ia  harus berani mengakui dan memutuskan untuk mengubah hal ini. Masalahnya adalah  ia berkali-kali kena tipu. Banyak orang yang bila mendapat masalah, hanya bisa  berdoa, pasrah, menerima, dan berkata bahwa masalah mereka adalah bentuk  cobaan dari Tuhan. Mereka meyakini bahwa masalah yang mereka alami, karena  merupakan cobaan dari Tuhan, maka Tuhan-lah yang harus mengubah keadaan ini. Saya tidak setuju dengan pandangan ini. Bukankah ada tertulis bahwa Tuhan tidak  akan membantu mengubah nasib umat-Nya apabila umat-Nya tidak bersedia mengubah  nasib mereka sendiri.</p>
<p>Langkah kedua adalah memahami bahwa masalah yang ia alami pasti ada  sumber atau akar masalah. Dan akar masalahnya bukan terletak di luar dirinya,  misalnya ia tertipu karena kelihaian si penipu dalam meyakinkan dirinya sehingga  mau meminjamkan uang, tapi akar masalahnya terletak di dalam dirinya.</p>
<p>Langkah ketiga, bila akar masalah yang ada di dalam dirinya berhasil  ditemukan, maka ia dapat mengatasi masalahnya.</p>
<p>Langkah keempat adalah memilih solusi terbaik yang akan digunakan dalam  mengatasi masalah. Setelah sukses melakukan empat langkah di atas maka ia dapat  memetik hikmah dari apa yang ia alami.</p>
<p>Sekarang akan saya uraikan langkah demi langkah yang dilakukan kawan saya.</p>
<p>Langkah 1. Masalah: Saya tertipu ratusan juta berkali kali.</p>
<p>Langkah 2. Saya menyadari bahwa akar masalah terletak di dalam diri saya.</p>
<p>Langkah 3. Akar masalah saya adalah <em>belief</em> yang menyatakan bahwa saya  adalah kasirnya Tuhan.</p>
<p>Langkah 4. Saya mengubah <em>belief</em> saya, dari kasirnya Tuhan menjadi <em>Fund  Manager</em> uangnya Tuhan. Saya akan mengelola uang yang dipercayakan kepada saya  dengan hati-hati karena saya harus mempertanggungjawabkan uang ini setiap  akhir tahun buku.</p>
<p>Hikmah yang didapat dari masalah ini adalah bahwa apa yang ia alami  dipengaruhi oleh <em>belief</em>-nya. Setiap <em>belief</em> mengakibatkan konsekuensi tertentu. Cara paling tepat untuk mengevaluasi apakah suatu <em>belief</em> bermanfaat atau justru merugikan diri kita bisa dilihat dari akibat yang ditimbulkan oleh belief-belief itu terhadap hidup kita. Selama seseorang masih tetap memegang <em>belief</em> yang sama maka ia akan mendapat hasil yang sama. Tidak mungkin terjadi seseorang mendapat hasil yang berbeda dengan <em>belief</em> yang sama.</p>
<p>Einstein menjelaskan dengan sangat tepat saat ia berkata, ”Insanity is doing the same thing over and over but<em> expecting different result.” </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sibudi.com/?feed=rss2&amp;p=57</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Virus Baru</title>
		<link>http://www.sibudi.com/?p=45</link>
		<comments>http://www.sibudi.com/?p=45#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 08:26:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<category><![CDATA[R4NI]]></category>

		<category><![CDATA[Virus Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sibudi.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini masyarakat ditakutkan dengan adanya flu babi (H1N1) yang secara global mulai menjangkit dimana-mana. Akan tetapi menurut penelitian terbaru dari FDA Us oleh Dr Jim Roberst, peneliti lulusan Chicago Health Institute, ditemukan jenis virus baru yang mana virus ini merupakan jenis varian terbaru dari virus H1N1 yang perkembangannya jauh lebih cepat dari Induknya.
Gejala dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini masyarakat ditakutkan dengan adanya flu babi (H1N1) yang secara global mulai menjangkit dimana-mana. Akan tetapi menurut penelitian terbaru dari FDA Us oleh Dr Jim Roberst, peneliti lulusan Chicago Health Institute, ditemukan jenis virus baru yang mana virus ini merupakan jenis varian terbaru dari virus H1N1 yang perkembangannya jauh lebih cepat dari Induknya.</p>
<p>Gejala dari yang terkena virus ini penderita akan mengalami suatu perasaan ephoria di dalam dirinya bahkan penderita tidak menyadari kalau dirinya sedang mengidap virus berbahaya ini dan dalam jangka waktu 1-2 tahun penderita bisa mengalami kematian mendadak. Dan yang paling mengejutkan virus baru ini telah menjangkiti 2 orang di Indonesia dan telah memakan 1 korban.</p>
<p>Oknum yang terjangkit virus ini tidak pandang bulu. Di Indonesia sendiri, virus ini ternyata menjangkiti oknum pejabat, sehingga konon kabarnya ketua KPK juga terinfeksi virus tersebut dan salah satu Dirut BUMN meninggal akibat keganasan virus ini.</p>
<p><strong>VIRUS BARU INI DINAMAKAN : R4N1</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sibudi.com/?feed=rss2&amp;p=45</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Eka Karya Botanic Garden, Bali</title>
		<link>http://www.sibudi.com/?p=44</link>
		<comments>http://www.sibudi.com/?p=44#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 08:22:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<category><![CDATA[bali]]></category>

		<category><![CDATA[Eka Karya Botanic Garden]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sibudi.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Tempat ini didirikan pada 15 Juli 1959,  pada awalnya luas daerahnya hanya 59 ha, tetapi setelah dikembangkan luasnya menjadi 157 ha. Banyak terdapat tanaman di taman ini, seperti: anggrek, kaktus, bambu dan lain-lain. Total ada lebih dari 700 jenis pohon yang berbeda dari seluruh dunia. Setiap pohon memiliki sebuah plakat pada dasarnya memberitahu Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_48" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-48" title="eka-karya-botanic-garden-bali1" src="http://www.sibudi.com/public_html/wp-content/themes/magazine-basic/uploads/2009/10/eka-karya-botanic-garden-bali1-300x160.jpg" alt="Eka Karya Garden" width="300" height="160" /><p class="wp-caption-text">Eka Karya Garden</p></div>
<p>Tempat ini didirikan pada 15 Juli 1959,  pada awalnya luas daerahnya hanya 59 ha, tetapi setelah dikembangkan luasnya menjadi 157 ha. Banyak terdapat tanaman di taman ini, seperti: anggrek, kaktus, bambu dan lain-lain. Total ada lebih dari 700 jenis pohon yang berbeda dari seluruh dunia. Setiap pohon memiliki sebuah plakat pada dasarnya memberitahu Anda mengenai asal-usul dan nama spesies.</p>
<p>Taman menutupi area dengan luas sekitar satu kilometer persegi di lereng Gunung Pohon. Anda dapat melewati taman di jalan beraspal baik, tetapi untuk benar-benar menikmati keindahan taman-taman indah ini. Taman ini juga merupakan tempat yang bagus untuk para pengamat burung karena banyak spesies yang ditemukan di sini.</p>
<p>Lokasi tempat ini terletak di Tabanan, jarak tempuh dari bandara International Ngurah Rai menuju tempat ini sekitar 1,5 jam, ke arah utara.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sibudi.com/?feed=rss2&amp;p=44</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nenek Budi</title>
		<link>http://www.sibudi.com/?p=39</link>
		<comments>http://www.sibudi.com/?p=39#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 08:34:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<category><![CDATA[Nenek Budi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sibudi.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[“Budi, kenapa kamu kemarin tidak masuk?!!” tegur Bu Guru kepada Budi.
“Kakek saya meninggal, Bu.”, jawab si Budi.
“Setiap tidak masuk kamu pasti alasan kakek kamu meninggal melulu! Memangnya kamu punya berapa kakek sih?”
“Banyak Bu, nenek saya dulu suka kawin cerai…” jawab Budi santai
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Budi, kenapa kamu kemarin tidak masuk?!!” tegur Bu Guru kepada Budi.<br />
“Kakek saya meninggal, Bu.”, jawab si Budi.<br />
“Setiap tidak masuk kamu pasti alasan kakek kamu meninggal melulu! Memangnya kamu punya berapa kakek sih?”<br />
“Banyak Bu, nenek saya dulu suka kawin cerai…” jawab Budi santai</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sibudi.com/?feed=rss2&amp;p=39</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
